_____Pas untuk Anda_____


Tips Membeli Rumah dengan KPR

Beli Rumah
Jakarta (BeritaProperti) - Sandang Pangan dan Papan adalah kebutuhan pokok manusia hidup. Memiliki Papan adalah impian semua pasutri, tanpa papan, mereka akan direpotkan dengan biaya kontrak yang kian melambung.

Ibarat konrak yang harus dibayar tahunan, bahkan bulanan, maka tidak bedanya dengan pembelian rumah secara KPR.

Dengan kredit melalui KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), maka Anda hanya perlu mengangsur, atau mencicil rumah yang Anda idamkan setiap  bulannya, dengan jumlah yang mungkin tidak terlalu jauh dari biaya kontrak Anda, jika Anda bayar secara bulanan.

Lantas apa yang harus dipersiapkan untuk membeli rumah secara KPR?

Anda hanya diminta untuk memahami beberapa prosedur atau tahapan, dan langkah-langkah dalam menggunakan fasilitas KPR, antara lain :

Tentukan Rumah yang Anda ingin Beli
Ini merupakan langkah pertama, dan untuk menentukannya, 
Anda bisa melakukan dua hal. 
  • Dengan mendatangi bank, dan meminta informasi mengenai lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR
  • Mencari sendiri rumah, dengan mencari melalui koran, internet, survei langsung ke beberapa lokasi, atau info dari iklan tentang rumah KPR

Kumpulkan segala informasi mengenai Rumah yang akan Dibeli
Setelah rumah pilihan sudah didapat, tahap selanjutnya Anda harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut, antara lain : harganya, jumlah uang mukanya, cicilannya, berapa biaya tanda jadinya. Yang tidak kalah pentingnya adalah, apakah rumah tersebut sudah dibangun, atau baru akan dibangun setelah pembayaran uang muka.

Perhatikan gambar denah, dan desain dari rumah pilihan Anda tersebut, pastikan lokasinya dengan benar. Juga lakukan cek fasilitas rumah dan perumahan. Jika rumah KPR ini baru akan dibangun, maka Anda harus dapat memastikan waktu, atau lamanya rumah tersebut dibangun. Tanyakan pula mengenai proses kredit KPR rumah nantinya.

Membayar Tanda Jadi
Settelah informasi sudah Anda dapatkan secara menyeluruh dan jelas, dan sudah sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda, maka saatnya membayar tanda jadi. 

Tanda jadi merupakan tanda booking yang menjadi bukti pemesanan rumah, atau kavling, agar supaya rumah yang Anda inginkan, tidak lagi dapat dipilih dan dibeli orang lain. Selain itu, Tanda Jadi juga agar harga rumah pilihan Anda, tidak naik harganya dikemudian hari, jika Anda belum membayarnya.

Namun demikain, setiap developer memiliki  aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi tersebut. Misalnya ada developer yang membebaskan tanpa batas waktu, banyak lagi aturan tanda jadi menurut developer masing-masing, dan ada yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, 

Setelah membayar tanda jadi, lalu prosedur pembelian rumah secara kredit adalah, membayar uang muka KPR. Ada developer yang menyatakan, bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Jika aturannya demikian, maka Anda hanya perlu membayar sisanya saja, atau uang muka yang telah Anda bayarkan tersebut, akan dikembalikan, jika pengajuan KPR rumah Anda ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

Intinya Adan harus jeli melihatt aturan umum dan aturan yang diberikan oleh developer rumah yang Anda akan beli.

Ajukan KPR Ke Pihak Bank

Setelah Anda melunasi uang muka, maka Anda harus mengajukan kredit KPR ke Bank yang sesuai dengan pilihan Anda. Pada umumnya developer akan membantu Anda untuk mengurus pengajuan krdit ini ke bank, yang sudah menjadi partnernya. Namun jika Anda memilih Bank yang bukan partner developer, maka Anda akan diminta untuk memproses pengajuan kredit KPR rumah tersebut sendiri.

Persyaratan KPR yang harus Anda lengkapi, antara lain :
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan lain-lain tergantung masing-masing bank
  • Fotokopi rekening koran semua tabungan
  • Surat keterangan bekerja
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Pegawai/Karyawan tetap minimal 2 tahun 

Waktu dalam pengajuan KPR rumah ini, umumnya akan memakan waktu lebih kurang 1 bulan. Dimana selama 1 bulan tersebut, pihak bank akan mengadakan, antara lain :
  • Proses wawancara mengenai kondisi keuangan Anda
  • Survei iyang meliputi pantauan ke tempat dimana Anda bekerja
  • Pengecekan ke BI (Bank Indonesia), untuk memastikan bahwa Anda dan istri Anda (jika sudah berkeluarga), tidak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya

Catatan :
  • Perlu diperhatikan dalam proses pengajuan ini adalah kemampuan finansial Anda di mata bank. 
  • Umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal adalah 30% gaji, ada juga yang membolehkan 40% gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilan Anda dan istri, namun ada juga yang hanya mensyaratkan gaji suami saja.

Dalam proses pengajuan KPR, harga rumah, uang muka, besar cicilan, lama angsuran, dan besar gaji, akan saling mempengaruhi satu dan lainnya, maka jika salah satu komponen tadi ada yang dikurangi, di sisi lain harus lebih tinggi. 

Contohnya, jika cicilan kredit KPR bulanan ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah, atau jika tidak, bisa dengan menambah lama cicilan. 

Disinillah seninya bagi Kita yang ingin membeli rumah dengan KPR, harus berpikir lebih. 
Labels: Tips

Thanks for reading Tips Membeli Rumah dengan KPR. Please share...!

Back To Top