Berita Properti

_____Pas untuk Anda_____


Hati-hati jangan tertipu, kenalilah Jenis-jenis Sertifikat Apartemen dan Properti

Jakarta (BeritaProperti) - Sebelum membeli sebuah Properti atau Apartemen, seyogyanya Anda mengetahui dahulu, jenis-jenis sertifikatnya.

SHM (Sertifikat Hak Milik)
Dengan memiliki SHM berarti Anda mempunyai hak dan kewenangan penuh atas kepemilikan properti secara penuh, atau tidak ada campur tangan pihak lain.

SHM hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia / WNI saja.

Kelebihan SHM
  • SHM dianggap sebagai jenis sertifikat yang paling kuat di antara jenis lainnya, 
  • SHM dapat diwariskan, atau dijual, maupun dihibahkan
  • SHM dapat menjadi jaminan agunan untuk cicilan
  • Tidak ada batas waktu kepemilikan 
Catatan : 
SHM dapat dinyatakan gugur kepemilikannya, antara lain :
  • Hak milik properti dicabut untuk kepentingan negara, 
  • Penyerahan secara sukarela kepada negara
  • Jika ternyata yang memiliki properti bukanlah WNI.

SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)
SHGB hanya dapat menggunakan, atau mendirikan bangunan di atas sebuah lahan yang kepemilikannya dipegang oleh negara, developer, atau orang lain, dan dalam kurun waktu tertentu. 

SHGB hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia / WNI saja, atau badan hukum yang dididirikan dan berkedudukan menurut aturan hukum yang berlaku di Indonesia. 

Pada umumnya, pemegang SHGB membutuhkan bantuan Pejabat Pembuat Akta Tanah, untuk mendapatkan SHGB.

SHGB biasanya dapat diperpanjang jika sudah jatuh tempo 

Kekurangannya
  • Jika pemilik lahan adalah negara, maka proses pemberian HGB, setelah adanya persetujuan dari menteri atau pejabat berwenang. 
  • Dengan memegang SHGB, maka Anda dapat membangun apartemen, tempat bisnis, atau ruko sesuai jangka waktu SHGB tesebut. 
  • SHGB memiliki jangka waktu pemanfaatan lahan yang beragam, mulai dari minimal 5 sampai 30 tahun. 


SHMSRS (Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun)
SHMSRS mencakup beberapa jenis bangunan, antara lain: Gedung Perkantoran, Bangunan Residensial, seperti Apartemen, Kondominium, Flat, dan Rumah Susun, serta Kios Komersial non pemerintah.

SHMSRS adalah kepemilikan atas rumah susun, yang dibangun di atas lahan dengan kepemilikan bersama. 

SHMSRS biasanya dilengkapi Akta Pemisahan Rumah Susun, yang dibuat oleh Pihak Developer, agar para penghuninya memiliki izin layak huni Akta Pemisahan Rumah Susun ini dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), yang diterbitkan oleh kantor pertanahan sesuai dengan lokasi wilayah rusun tersebut. Yang berguna untuk memisahkan sertifikat rusun dari setiap unitnya.

Girik
Dalam pasal 5 undang-undang Pokok Agraria tahun 1960. Jika Anda hanya memegang girik sebagai tanda kepemilikan sebuah properti, maka lebih baik Anda segera mengurus SHM-nya, agar menjadi bukti kepemilikan yang lebih sah.

Hal ini dikarenakan Girik sebenarnya lebih merujuk pada pernyataan di mana si pemilik girik mendiami tanah milik adat, atau desa.

Pemilik girik juga wajib bertanggung jawab membayar pajak tanah tersebut. Di dalam girik tertera nomor, luas tanah, dan nama pemilik hak maupun waris. Untuk memohon hak atas tanah, Anda bisa menggunakan girik, karena hukum tanah adat kita tidak tertulis dalam dasar hukum pertanahan kita. 


AJB (Akta Jual Beli)
AJB merupakan dokumen yang akan dibuat jika ada peralihan hak atas tanah dari pemilik sebagai penjual, kepada pembeli sebagai pemilik baru.

AJB dibuat dan hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dengan syarat pelunasan harga sudah dilakukan. 

AJB bisa ditransaksikan untuk berbagai bentuk kepemilikan tanah, mulai dari Hak Milik, Hak Guna Bangunan, juga Girik. 

Catatan :
Jika Anda hanya memiliki AJB sebagai bukti kepemilikan, seyogyanya Anda segera mengurus SHM/SHGB/Girik-nya, untuk menghindari terjadinya penipuan AJB ganda.

Tips Mengecat Rumah Sendiri

Mengecat Rumah
Jakarta (BeritaProperti) - Saat Anda berfikir untuk mengganti suasana ruangan Anda, selain merubah tata letak ruangan. Mengganti warna ruangan atau rumah adalah langkah termudah kedua untuk mengganti suasana tersebut.

Kadang kita malas untuk sedikit meluangkan waktu, untuk berfikir dan mengerjakannya sendiri. Karena menganggap pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sulit.

Sebenarnya, jika hanya mengecat ruangan, Anda dapat mengerjakannya sendiri. Sementara, keuntungannya, selain dapat mengecat sesuai selera, tentu saja menghemat biaya tukang.

Untuk itu, berikut langkah-langkahnya, antara lain :

Tahap Awal Persiapan

Rencanakan dan Putuskan
Warna apa yang akan dipakai, apakah hanya mengulan warna sebelumnya, hingga kelihatan lebih kinclong, atau mengganti warna secara keseluruhan.

Setelah memutuskan warnanya, Anda dapat mencari lewat internet, merek cat apa yang sesuai dengan kualitas dan kantong Anda.

Persiapkan Peralatan dan Material
Persiapkan semua peralatan dan material sebelum mulai dikerjakan, sehingga saat pengecatan dikerjakan, And tidak lagi direpotkan oleh hal-hal yang kurang, dan akan membuang-buang waktu.

Selain membeli cat yang sudah diputuskan, baik warna maupun merek cat.

Saatnya mempersiapkan peralatan atau material yang dibutuhkan untuk mengecat, seperti kuas, bak cat dan roller, kaleng air, masking tape, lakban, koran, tangga/steger, amplas, dan dempul.

Tahap Awal Pengerjaan

Tutup bagian atau Barang di sekitar
Tutupi bagian ruang yang tidak akan dicat, lantai (bisa dengan koran atau karpet bekas), juga barang-barang atau lemari besar yang susah untuk dipindahkan, dapat Anda tutup dengan koran, agar tidak terkena cipratan cat.

Karena Anda ingin mengecat ruangan, maka bagian yang tidak akan dicat bersamaan dengan pengecatan dinding, antara lain bingkai jendela, bingkai pintu, gagang pintu, tepi plafon, dan sebagainya. Tutup menggunakan kertas koran, yang anda dapat tempelkan dengan masking tape, atau lakban.

Setelah selesai mengecat, segeralah cabut masking tape atau lakban penutup sebelum cat mengering, hal ini untuk menghindari cat ikut tercabut.

Bersihkan dinding
Sebelum mulai mengecat, bersihkan dinding dari debu terlebih dahulu.
Hal ini dimaksudkan, agar Anda tahu persis, apakah ada permukaan dinding yang rusak, hingga Anda perlu men-dempul-nya terlebih dahulu.

Anda dapat membersihkan dinding menggunakan sapu, atau kemoceng, atau bahkan vacuum cleaner.

Kiranya terdapat noda pada dinding, Anda dapat membersihkannya bersihkan dengan menggunakan spons, dan air dengan campuran deterjen. Tunggu hingga dinding mengering.

Mendempul Dinding yang rusak
Anda harust mendempul dinging yang tidak rata, atau retakan pada dinding terlebih dahulu. Setelah dempul mengering, Anda harus meng-amplasnya hingga halus dan rata dengan dinding lainnya.

Setelah semua dinding halus, maka oleskan primer cat sebelum pengecatan, untuk memperoleh hasil akhir rata dan mengkilap.

Lapisi permukaan tembok yang akan dicat, dengan water base atau solvent yang berkualitas, sehingga akan membuat cat lebih rata, halus, dan tidak mudah terkelupas.

Aduk Cat Sebelum Digunakan
Karena cat dari toko material, biasanya sudah mengendap, maka Anda harus mengaduk cat terlebih dahulu hingga rata, sebelum digunkan, agar tidak menggumpal, dan menghasilkan warna yang optimal. 

Tambahkan air pada cat sebanyak 10 persen, dari jumlah cat yang digunakan.

Anda dapat juga menggunakan wall sealer untuk menyesuaikan ph semen dengan ph cat, hal ini akan membuat warnanya lebih tahan lama.

Teknik Dasarr Mengecat

Memberi Warna Dasar
Jika Anda wana dasar awal adalah putih, dan Anda ingin mengubah warnanya, maka Anda dapat mengamplas dinding terlebih dahulu untuk membuang warna sebelumnya.

Menggunakan Kuas Kecil
Kwas kecil berguna untuk menjangkau area yang sempit, seperti sudut ruang, karena roller cat hanya untuk mengecat pada permukaan dinding yang besar.

Menggunakan Teknik Mengecat ZigZag
Mengecat dengan cara zig-zag dari atas ke bawah, membuat Anda dapat melihat mana yang belum rata dalam pengecataan tersebut. Sehingga Anda dapat mengulangi, untuk meratakan pengecatan tersebut.

Tips Renovasi Rumah

Renovasi Rumah
Jakarta (BeritaProperti) - Dalam merenovasi rumah, tidak jarang biaya yang dikeluarkan melebihi biaya anggaran yang direncanakan. Untuk itu, dibutuhkan tahapan, ketelitian, dan komitmen diri sendiri, antara lain : 

Buatlah Skala Prioritas terlebih dahulu
Tntukan terlebih dahulu, renovasi kali ini untuk sekedar memperbaikim atau mempercantik rumah. Jangan mengikuti kata hati, apalagi saran dari tukang, biasanya membuat budget semakin membengkak.

Misalnya Anda berangkat dari pemikiran membuat sebuat kamar tambahan untuk anak yang sudah mulai dewasa. Fokuslah pada kamar yang sudah Anda rencanakan ukuran bentuk, warna, dll. Jangan tergoda untuk mempercantik kamar tersebut, seperti mengganti warna yang sudah ditetapkan pada Catatan Skala Priorita, dari cat tembok biasa menggantinya dengan Wallpaper, atau lainnya. Jadi fokuslah dengan perencanaan awal yang sudah Anda tuangkan dalam Skala Prioritas.

Buat Estimasi Pengeluaran
Buatlah estimasi pengeluaran, dengan cara menghitung atau memperkirakan jumlah bahan-bahan yang akan dipakai, dengan berkonsultasi dengan toko bangunan, setelah itu semua bahan kebutuhan dikalikan dengan harga satuannya, maka Anda akan mengetahui perkiraan biaya bahan yang akan dikeluarkan.

Kedua perkirakan lama pengerjaan, dengan mencari tahu dari tetangga yang pernah membuat hal yang sama, atau konsultasikan dengan teman atau tukang.

Taktik tukang harian, biasanya mereka memperkirakan dengan lama waktu yang singkat. Jika demikian, Anda dapat menantangnya dengan menambahkan 3 hari dari perkiraan mereka, dan Anda tawarkan untuk borongan, jika mereka menyanggupi, berarti perkiraan tersebut benar adanya. Tapi kalau mereka tidak berani menyanggupi, berarti Anda perlu mendapatkan tukan aternatif untuk membicarakannya ulang.

"Hingga Anda dapat memperkirakan biaya bahan dan biaya tukang"

Anda dapat mengajak Toko Material untuk menjadi Rekanan, sehingga 
Anda pun mendapatkan harga-harga yang standar dari awal.

Lebih beruntung lagi, jika Toko Material tersebut dapat dibayar secara bertahap atau angsuran, sehingga Anda dapat segera membangun, tanpa haru menunggu uangnya ada semua terlebih dahulu.

Hati-Hatilah dalam memilih tukang. Biasanya tetanga dapat memberikan rekomendasi tukang yang baik dan tidak.

Biaya tak Terduga
Setelah mengetahui biaya estimasi tersebut di atas, dimana Anda sudah mengetahui biaya bahan dan biaya tukang. Kini Anda pun tetap harus menyediakan tambahan untuk cadangan biaya tak terduga.

Jika Anda sudah yakin dengan akurasi perhitungan Anda di atas, maka Anda tidak perlu banyak menambahkan biaya tak terduga tersebut. Tetapi jika Anda kiranya kurang yakin dengan perkiraan Anda, maka 25% dari perkiraan Anda diatas (100%), ditambah (100% x 25%) kiranya cukup masuk akal.


Tips Membeli Rumah dengan KPR

Beli Rumah
Jakarta (BeritaProperti) - Sandang Pangan dan Papan adalah kebutuhan pokok manusia hidup. Memiliki Papan adalah impian semua pasutri, tanpa papan, mereka akan direpotkan dengan biaya kontrak yang kian melambung.

Ibarat konrak yang harus dibayar tahunan, bahkan bulanan, maka tidak bedanya dengan pembelian rumah secara KPR.

Dengan kredit melalui KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), maka Anda hanya perlu mengangsur, atau mencicil rumah yang Anda idamkan setiap  bulannya, dengan jumlah yang mungkin tidak terlalu jauh dari biaya kontrak Anda, jika Anda bayar secara bulanan.

Lantas apa yang harus dipersiapkan untuk membeli rumah secara KPR?

Anda hanya diminta untuk memahami beberapa prosedur atau tahapan, dan langkah-langkah dalam menggunakan fasilitas KPR, antara lain :

Tentukan Rumah yang Anda ingin Beli
Ini merupakan langkah pertama, dan untuk menentukannya, 
Anda bisa melakukan dua hal. 
  • Dengan mendatangi bank, dan meminta informasi mengenai lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR
  • Mencari sendiri rumah, dengan mencari melalui koran, internet, survei langsung ke beberapa lokasi, atau info dari iklan tentang rumah KPR

Kumpulkan segala informasi mengenai Rumah yang akan Dibeli
Setelah rumah pilihan sudah didapat, tahap selanjutnya Anda harus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan rumah tersebut, antara lain : harganya, jumlah uang mukanya, cicilannya, berapa biaya tanda jadinya. Yang tidak kalah pentingnya adalah, apakah rumah tersebut sudah dibangun, atau baru akan dibangun setelah pembayaran uang muka.

Perhatikan gambar denah, dan desain dari rumah pilihan Anda tersebut, pastikan lokasinya dengan benar. Juga lakukan cek fasilitas rumah dan perumahan. Jika rumah KPR ini baru akan dibangun, maka Anda harus dapat memastikan waktu, atau lamanya rumah tersebut dibangun. Tanyakan pula mengenai proses kredit KPR rumah nantinya.

Membayar Tanda Jadi
Settelah informasi sudah Anda dapatkan secara menyeluruh dan jelas, dan sudah sesuai dengan keinginan dan kemampuan Anda, maka saatnya membayar tanda jadi. 

Tanda jadi merupakan tanda booking yang menjadi bukti pemesanan rumah, atau kavling, agar supaya rumah yang Anda inginkan, tidak lagi dapat dipilih dan dibeli orang lain. Selain itu, Tanda Jadi juga agar harga rumah pilihan Anda, tidak naik harganya dikemudian hari, jika Anda belum membayarnya.

Namun demikain, setiap developer memiliki  aturan yang berbeda-beda terkait tanda jadi tersebut. Misalnya ada developer yang membebaskan tanpa batas waktu, banyak lagi aturan tanda jadi menurut developer masing-masing, dan ada yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, 

Setelah membayar tanda jadi, lalu prosedur pembelian rumah secara kredit adalah, membayar uang muka KPR. Ada developer yang menyatakan, bahwa tanda jadi sudah merupakan bagian uang muka. Jika aturannya demikian, maka Anda hanya perlu membayar sisanya saja, atau uang muka yang telah Anda bayarkan tersebut, akan dikembalikan, jika pengajuan KPR rumah Anda ternyata mengalami penolakan oleh pihak bank.

Intinya Adan harus jeli melihatt aturan umum dan aturan yang diberikan oleh developer rumah yang Anda akan beli.

Ajukan KPR Ke Pihak Bank

Setelah Anda melunasi uang muka, maka Anda harus mengajukan kredit KPR ke Bank yang sesuai dengan pilihan Anda. Pada umumnya developer akan membantu Anda untuk mengurus pengajuan krdit ini ke bank, yang sudah menjadi partnernya. Namun jika Anda memilih Bank yang bukan partner developer, maka Anda akan diminta untuk memproses pengajuan kredit KPR rumah tersebut sendiri.

Persyaratan KPR yang harus Anda lengkapi, antara lain :
  • Fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dan lain-lain tergantung masing-masing bank
  • Fotokopi rekening koran semua tabungan
  • Surat keterangan bekerja
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • Pegawai/Karyawan tetap minimal 2 tahun 

Waktu dalam pengajuan KPR rumah ini, umumnya akan memakan waktu lebih kurang 1 bulan. Dimana selama 1 bulan tersebut, pihak bank akan mengadakan, antara lain :
  • Proses wawancara mengenai kondisi keuangan Anda
  • Survei iyang meliputi pantauan ke tempat dimana Anda bekerja
  • Pengecekan ke BI (Bank Indonesia), untuk memastikan bahwa Anda dan istri Anda (jika sudah berkeluarga), tidak termasuk dalam blacklist terkait catatan kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya

Catatan :
  • Perlu diperhatikan dalam proses pengajuan ini adalah kemampuan finansial Anda di mata bank. 
  • Umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal adalah 30% gaji, ada juga yang membolehkan 40% gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilan Anda dan istri, namun ada juga yang hanya mensyaratkan gaji suami saja.

Dalam proses pengajuan KPR, harga rumah, uang muka, besar cicilan, lama angsuran, dan besar gaji, akan saling mempengaruhi satu dan lainnya, maka jika salah satu komponen tadi ada yang dikurangi, di sisi lain harus lebih tinggi. 

Contohnya, jika cicilan kredit KPR bulanan ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah, atau jika tidak, bisa dengan menambah lama cicilan. 

Disinillah seninya bagi Kita yang ingin membeli rumah dengan KPR, harus berpikir lebih. 

Tips Menabung untuk Membeli Rumah

Beli Rumah
Jakarta (BeritaProperti) - Banyak orang di luar sana yang menghabiskan uangnya untuk kontrak rumah, dan mengikuti gaya hidup yang sallah, karena mereka tidak memahami trik menabung untuk membeli rumah. Berita Properti kali ini, mengajak Anda semua untuk menerapkan Pola Hidup Hemat.

Menerapkan Pola Hidup Hemat
Pola hidup hemat adalah langkah pertama yang dapat kita lakukan, sebelum merencanakan dan melakukan Rencana Keuangan Anda.

Gaya hidup hemat ini tidaklah mudah, apalagi bagi Anda yang terbiasa dengan mengikuti fasien. Dimulai dengan yang paling sederhana, seperti membiasakan membawa bekal dari rumah. 

Pegang teguh komitmen dan disiplin, selalu ingat dengan target untuk membeli rumah.

Tentukan Target Waktu dan Jumlah Tabungan
Sementara belum menerima gaji, Anda sudah dapat berhemat dengan menargetkan untuk menabung harian, mingguan, atau bulanan, dari pembelanjaan Anda yang tidak penting.

Setelah tersisih, langsung Anda simpan di amplop, agar pada saat gajian, uang ini dapat menjadi tambahan tabungan Anda untuk Membeli Rumah.

Rencanakan Keuangan secara Rinci
Dengan rencana keuangan yang rinci, maka gaji Anda akan tampak lebih bermanfaat. Yang penting, Anda harus menuliskan semua rencana pembelanjaan bulanan secara rinci, coret yang tidak menjadi prioritas utama.

Buka Khusus Rekening untuk Tabungan Pembelian Rumah
Hal ini dibutuhkan, agar saat Anda menerima gaji, maka sesuai Rencana Keuangan, Anda akan dapat langsung menyisihkan dan mentransfernya ke Rekening Tabungan Pembelian Rumah.

Sehingga dapat dipastikan, bahwa uang tabungan untuk membeli rumah tidak akan terganggu

Mulai Berinvestasi
Setelah tabungan untuk Pembelian Rumah sudah berjalan beberapa bulan, maka saatnya Anda berinvestasi, demi mengamankan uang yang Anda milliki. 

Anda bisa memulai investasi yang aman, seperti emas, deposito, dan reksa dana. 

Ketiga instrumen investasi tersebut, sangat cocok bagi pemula, karena resikonya kecil.

Hindari Hutang
Meskipun Anda berhemat, dan menyisihkan sebagian uang gaji Anda untuk Menabung Membeli Rumah. Pastikan Perencanaan Keuangan Anda sudah tepat, sehingga jangan berhutang karena menutupi kebutuhan Anda, setelah gaji Anda dipotong untuk Tabungan Beli Rumah.

SSM
Back To Top